|
Namanya Maya Cecile Moningka, orang Manado. Anaknya imut, cantik dan cerdas. Murid cerdas yang selalu langganan rangking satu umum di sekolahku ini memang pantas untuk jadi idola. Banyak yang suka dengannya tapi tak ada satu pun yang diterimanya. Selain rajin dan cerdas, Maya termasuk anak yang rajin beribadah dan mandiri. Aku salut banget dengannya. Aku banyak belajar darinya dan meneladani semua sikap-sikap baiknya. Lewat Mayalah aku belajar apa yang namanya mencari pasangan hidup yang sepadan itu. Rasa kehilangan akan dia bahwa betapa Maya adalah sebuah permata yang indah baru terasa ketika aku harus pisah dengannya karena menuntut ilmu di IPB, Bogor. Sampai sekarang aku tidak pernah ketemu lagi dengannya semenjak kerusuhan di wilayah Timur Indonesia. Terakhir kudengar dia sudah kerja, tapi entah dimana. Sesuatu yang bikin aku ingat padanya: Mazmur 33 |
| Leave a Comment: |